Kamis, 19 April 2018

Anak Sapi

Anak Sapi



Siang itu Jam 12.15 selepas aku mengajar Humana, aku pulang dengan diantar Cikgu Lorni, seperti biasa kami pulang bersama, setiap hari aku selalu menumpang kereta Cikgu lorni, walaupun perempuan cikgu lorni pandai memandu (nyupir) mobil, beliau adalah wanita kekinian yang hebat atau kita bisa sebut wanita zaman now, dengan kondisi jalan yang naik turun seperti bukit dan ditambah dengan jalan yang rusak, kalau hujan tiba bisa dibayangkan jalan yang berlumpur licin itu menyusahkan kita untuk melalui jalan itu, dengan lincahnya cikgu menegendarai mobil, kadang-kadang aku sampai pegangan sangat kuat untuk melewati jalan yang licin itu, cikgu lorni layaknya driver off road profesional
“Okey Cikgu, ready?” tanyanya
“Siap cikgu Lorni, siap” jawabku,
Sambil memegang tuas rem tangan, cikgu Lorni bersiap-siap untuk melewati jalan licin yang menanjak itu,
“Brum brum brum”, suara knalpot mesin mobil cikgu lorni yang meraung-raung siap menghdapai jalan itu, dengan sedikit ancang-ancang, gas mulai di injak tuas rem tangan dilepaskan, badanku terhentak dengan clutch yang dilepaskan, dengan sedikit goyangan, mobil cikgu lorni sedikit selip, dan bau ban yang sudah tercium karena tidak bisa jalan kerana selip, kaki cikgu melepas rem dan mobil mulai mundur lagi, kali ini dengan kecepatan yang tinggi, cikgu lorni mulai injak pedal gas dan brum brum brum, sekali lagi dengan sedikit goyangan akhirnya mobil cikgu lorni dapat melewati jalan yang licin berlumpur dan menanjak itu,
“Akhirnya berhasil juga cikgu” sahutku
“Iya cikgu” Dengan senyuman beliau menjawab,
Tidak lama kemudian kita sampai dirumah, aku buka pintu mobil cikgu lorni sambil mengucapkan terimakasih,
            Sesampainya dirumah tugas sehari-hari sudah menunggu, mulai cuci piring, masak dan membersihkan rumah. Siang itu cuaca panas, aku istirahat di kamar tidur, belum lama terlelap ada suara motor dan memanggil namaku
“Pak majid” teriaknya dari luar rumah
“Pak majid” dia mengulangi
“Pak majid” dia teriak lagi
Aku keluar kamar dan melihat ternyata ada si Raizwan, murid CLC yang menjemput saya, belum sempat istirahat sudah dijemput lagi, keluhku dalam hati,
“Iya Raizwan, Sudah jam 2 kah?” jawabku
“Ini hampir jam 2 pak majid, temen-temen sudah menunggu dibawah” Jawabnya
“Tunggu bentar ya raizwan” sambil bersiap-siap berangkat sekolah lagi
“Ayog berangkat” sahutku
“Ayo pak” jawabnya
Kami berangkat menggunakan sepeda motor, kelas sore (Kelas CLC) aku selalu dijemput anak-anak, mungkin karena kasihan, jarak sekolah dengan rumah saya agak jauh akhiranya mereka selalu menjemputku untuk pergi ke sekolah.
Siang itu mata pelajaran matematika, pelajaran yang agak tidak disukai oleh mereka, terlihat dari gestur mereka, dan ekspresi mereka, seperti malas-malasan kalau sedang pelajaran matematika,
“Baik anak-anak, hari ini kita belajar matematika ya” Sahutku
“Yaaaaah” jawab mereka kompak menjawab dengan nada kecewa
“Ayog semangat” aku beri motivasi mereka, sambil mencari ide agar mereka tetap semangat belajar, muncul ide untuk memberi mereka permainan tebak-tebakan, dari muka mereka langsung bersemangat
“Kalau kami menang nanti pulang lebih awal ya pak” si Ardi menyahut, salah satu muridku yang paling kecil
“Oke” dengan berat hati aku menjawabnya
“Siapa yang mau tebak-tebakan dulu?, saya atau kamu” tanyaku pada mereka
“Pak guru dulu” jawaban mereka kompak
“baik, pertanyaanya adalah, barang apa yang dicari dengan susah payah, tapi setelah ketemu malah dibuang begitu saja?” tanyaku
Mereka semua mikir sejenak dan ada yang mulai nyeletuk
“Tai hidung pak” si Ardi menjawab
“Apa itu tahi Hidung?” tanyaku
“Upil Pak” jawabnya lagi, Seluruh kelas tertawa keras karena si ardi menjawab dengan benar
“Baik, jawaban si ardi benar ya” sahutku
“yeeessss” jawab si ardi dengan mengepalkan tanganya dan mengayunkanya kebawah
“Oke, sekarang ardi yang tanya pak guru” tawarku
“oke pak, Hewan apa yang mirip sapi, kakinya empat, warnanya putih, pokoknya hewan ini sangat mirip dengan sapi, tapi bukan sapi, hayooo?” tanyanya
“hewan apa ya, sebentar saya pikir dulu”
“Menyerah pak?” tanyanya
“Sebentar, Kerbau” jawabku
“salah” jawabnya  
“Ayo apa pak, menyerah saja pak”
“Oke bapak menyerah, apa jawabanya?”
“Jawabanya adalah, Gambar sapi” Jawabnya
Seluruh kelas riuh karena jawaban dari si Ardi ini, sambil usap kepala aku geleng-geleng aja, ada-ada ini anak satu, “hahahaha” ketawaku
“Baik bapak kalah, ada yang mau tanya lagi”
Lagi-lagi si ardi mengacungkan tangan
“Oke si ardi lagi, kali ini apalagi ardi?” tanyaku
“Oke pak, sekali lagi ya, Hewan apa yang mirip sapi, kakinya empat, pokoknya hewanya mirip sapi, tapi bukan sapi dan bukan gambar sapi” tanyanya
Tanpa pikir panjang akun langsung jawab, “saya menyerah” jawabku
“Alah pak majid bah, pikir dulu bah” tekanya
“Kuda” jawabku menyerah
“Salah bah” sahutnya
“Lalu apa?” tanyaku lagi
“Bapak meyerah?” tanyanya lagi
“Iya bah, kan memang bapak sudah menyerah dari tadi”
“jawabnaya adalah,........”
“apa bah” tanyaku lagi
“Jawabanya adalah,.. ANAK SAPI”, jawabnya
Gubrak, seluruh kelas tertawa,

Anak Sapi
4/ 5
Oleh

Berlangganan via email

Suka dengan postingan di atas? Silakan berlangganan postingan terbaru langsung via email.

Untuk menyisipkan kode pendek, gunakan <i rel="code"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan kode panjang, gunakan <i rel="pre"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan gambar, gunakan <i rel="image"> ... URL GAMBAR ... </i>